Rabu, 01 September 2010

Masikah AKU menemukan Iman dan Ucapan syukur dalam hidupmu?

pengen bagi apa yang ku dapat dalam Saat Teduhku tadi malam sebelum tidur....

Firman Tuhan dari Kolose 2 : 6-7....

dalam perenunganku...

melihat Proses yang ku alami dalam satu tahun terakhir... ad saat dimana aq sudah g sanggup untuk bertahan... saat dimana aq sulit untuk bersyukur n saat dmana aq sulit untuk percaya padaNya....Jesus bertanya... apakah DIA masih bisa menemukan iman dan ucapan syukur dalam hidupku???


yang DIA minta... PERCAYA n BERSYUKUR... apapun yang aq alami... dengan begitu aq bisa bertahan....


percaya bahwa DIA memperhitungkan setiap tetes air mataku...

dan DIA sementara merangkai senyum yang indah dari tiap tetes air mataku....

bersyukur karna DIA sangat mengasihiku...

DIA kembali mengingatkan aq untuk tetap PERCAYA dan BERSYUKUR....

tidak alasan untuk aq berhenti bersyukur....


ketika masalah datang.. kita rentan untuk menjadi orang yang tidak beriman dan tidak bersyukur... tapi itu bergantung pada pilihan kita...

jangan menyerah!!!!


Jangan hanya katakan pada Tuhan kalo kita punya masalah yang besar... katakan pada masalah, kalo kita punya Jesus yang besar !!!!


bersyukurlah untuk stiap hal yang terjadi dalam hidup kita. kalo kita ada sampai saat ini.... itu karena DIA...


Masikah Jesus menemukan iman dan ucapan syukur dalam hidup kita??


Jesus Bless u ^_^

Kamis, 26 Agustus 2010

MENGAMPUNI


Mengampuni tidak sama dengan melupakan. Orang-orang yang berusaha melupakan sakit hati mereka seringkali berkata bahwa mereka tidak dapat melupakannya. Allah berkata bahwa Ia "tidak akan lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan kita" (Ibr 10:17*) padahal Ia mahatahu. Jadi, arti sesungguhnya dari "tidak lagi mengingat" ialah bahwa Allah tidak akan memanfaatkan masa lalu untuk menyerang kita (Mazm 103:12*). Melupakan barangkali merupakan hasil dari tindakan mengampuni, tetapi melupakan tidak sama artinya dengan mengampuni. Ketika kita mengingat-ingat masa lalu untuk menyerang seseorang, sebenarnya kita sedang berkata bahwa kita tidak mengampuni mereka.

Mengampuni adalah pilihan, sesuatu yang harus diputuskan dan dilakukan. Jika Allah meminta kita untuk mengampuni, itu berarti kita mampu melakukannya. Tetapi, kita sulit untuk mengampuni karena hal itu berlawanan dengan pemahaman kita mengenai keadilan. Kita ingin membalas sakit hati kita, tetapi ada perintah bahwa kita tidak diperkenankan untuk membalas dendam (Roma 12:19*). "Mengapa saya harus membiarkan saja mereka tanpa balasan?" Di situlah pokok persoalannya, anda masih merasa sakit hati, masih terikat dengan peristiwa yang sudah berlalu. Anda akan membiarkan mereka lepas dari dendam anda, tetapi mereka tidak akan pernah lepas dari pengawasan dan pembalasan Allah. Dia akan menghakimi mereka dengan seadil-adilnya, sesuatu yang tidak dapat kita lakukan.

Anda mengatakan, "Tetapi anda tidak mengerti betapa menyakitkannya hal ini bagi saya!" Tetapi tidakkah anda menyadari, kalau anda tidak mengampuni mereka, mereka masih menguasai dan menyakiti anda? Jadi, bagaimanakah anda harus mengatasi sakit hati anda? Anda tidak dapat mengampuni seseorang demi kebaikan mereka; apabila anda melakukannya, lakukanlah demi kebaikan anda sehingga anda bebas dari sakit hati. Kewajiban anda untuk mengampuni bukan merupakan persoalan antara anda dan lawan anda, melainkan antara anda dan Allah.

Mengampuni berarti rela menanggung akibat-akibat yang ditimbulkan oleh dosa orang lain. Memang mengampuni merupakan sesuatu yang sangat mahal harganya. Anda membayar harga kejahatan yang anda ampuni, dan anda harus rela menanggung akibat-akibatnya, lepas dari keinginan anda; hanya ada dua pilihan bagi anda: memendam kepahitan oleh karena anda tidak rela mengampuni, atau mengalami kelepasan karena anda rela mengampuni. Yesus rela menanggung segala akibat yang ditimbulkan oleh dosa anda di dalam Diri-Nya. Pengampunan yang sejati merupakan tindakan penggantian, sebab tidak seorang pun yang dapat sungguh-sungguh mengampuni tanpa harus menanggung akibat-akibat dosa orang lain. Allah Bapa membuat "Ia yang tidak mengenal dosa menjadi dosa, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2Kor 5:21*). Di manakah letak keadilan? Saliblah yang membuat pengampunan benar secara hukum dan moral: "Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya" (Roma 6:10*).

Bagaimana caranya agar anda dapat mengampuni dengan tulus hati? Pertama, akuilah sakit hati dan kebencian yang anda rasakan. Jika pengampunan yang anda berikan belum melibatkan emosi dan perasaan anda, pengampunan itu belumlah lengkap. Banyak orang merasakan sakit hati oleh karena hubungan antar pribadi yang kurang baik, tetapi mereka tidak mengakuinya. Izinkan Allah memunculkan rasa sakit itu ke permukaan sehingga Ia dapat menanganinya. Di sinilah penyembuhan terjadi.

Putuskanlah bahwa anda rela menanggung sikap buruk mereka serta tidak akan memanfaatkan kesalahan itu untuk menyerang mereka di kemudian hari. Hal itu tidak berarti bahwa anda sedang bertoleransi terhadap dosa; anda harus tetap siaga melawan dosa.

Jangan tunda untuk mengampuni sampai anda merasa bersedia melakukannya; anda tidak akan pernah sampai di situ. Perasaan itu memerlukan waktu dalam proses penyembuhannya sesudah anda mengambil keputusan untuk mengampuni. Dengan demikian Iblis tidak beroleh kesempatan (Ef 4:26,27*). Kemerdekaan adalah sesuatu yang akan diperoleh, bukan dirasakan.

Sementara anda berdoa, Allah akan mengingatkan anda pada orang-orang dan pengalaman-pengalaman yang menyakiti anda yang sebenarnya anda lupakan sama sekali. Izinkanlah Dia melakukannya walaupun hal itu sangat menyakitkan. Ingat, bahwa anda melakukannya demi kebaikan anda sendiri. Allah ingin agar anda bebas. Janganlah mengingat-ingat apa yang sudah dilakukan oleh orang yang sudah menyakiti anda. Pengampunan akan menyembuhkan rasa sakit anda, bukan kesalahan-kesalahan orang lain. Perasaan-perasaan yang baik pada saatnya akan muncul; membebaskan diri dari masa lalu merupakan suatu pokok yang sangat penting.

Janganlah anda berkata, "Tuhan, tolonglah saya untuk mengampuni", karena sebenarnya Dia sudah menolong anda. Jangan pula mengatakan, "Tuhan, saya mau mengampuni", karena itu belum berarti bahwa saudara sungguh mengampuni, hanya merupakan keinginan anda saja. Ingatlah bahwa hal mengampuni itu merupakan keputusan kehendak anda. Katakan langsung, "Tuhan, saya mengampuni". Tetaplah mengingat setiap pribadi, sampai anda benar-benar yakin bahwa anda sudah mengatasi semua rasa sakit yang anda ingat; apa yang mereka lakukan terhadap anda, bagaimana mereka menyakiti anda, bagaimana mereka membuat anda merasa ditolak, tidak disenangi, tidak layak, kotor, dll.

GBU ALL......^__^

(sumber : Facebook - Kristus Jawaban)

Selasa, 25 Mei 2010

Setahun Update

apa kabar semuanya??? semoga baik2 saja, penuh sukacita.... Hampir setahun g update blog.. hehe... apa yang terjadi y selama setahun terakhir... banyak suka n duka ^^v lulus kuliah, dapat kerja... punya teman baru.. sedih juga sih pisah sama teman2 lama... huiksss... miss u all.. waktu2 KTB, waktu2 curhat, waktu2 saling tegur, saling membangun....waktu2 nginap bareng, hang out bersama.. kangeeeeennnnnnnn... akhir2 ini, Tuhan ingatkan aku untuk tetap menjadikan Dia sebagai prioritas pertama dalam hidupku... memang sih, blakangan terjadi pergeseran posisi.. hehe... tp aku bersyukur Tuhan masih mau mengingatkan diriku... Tetap semangat y... siapapun kamu, kamu berharga di mata Allah... Jesus bless u all ^^v

Senin, 08 Juni 2009

How Great Is Our God

Mengagumi kebesaran Tuhan lewat lagu ini...

The splendor of a King, clothed in majesty

Let all the earth rejoice

All the earth rejoice


He wraps himself in Light, and darkness tries to hide

And trembles at His voice

Trembles at His voice


How great is our God, sing with me

How great is our God, and all will see

How great, how great is our God


Age to age He stands

And time is in His hands

Beginning and the end

Beginning and the end


The Godhead Three in One

Father Spirit Son

The Lion and the Lamb
The Lion and the Lamb


Name above all names

Worthy of our praise

My heart will sing

How great is our God


How great is our God, sing with me

How great is our God, and all will see

How great, how great is our God

Selasa, 05 Mei 2009

Belajar Bergantung pada-Nya

senin, 04 mei 2009... ketakutan dan putus asa... kenapa??? karna skripsi yg mengalami kebuntuan.... sudah g tau lai gimana menyelesaikannya... takut... putus asa... hanya itu yg dirasakan.. akhirnya stress... lupa makan... bingung... menangis dan beroda... hanya itu yg bisa dlakukan... curhat sama maam n oma dkupang... minta dukungan doa... tapi setelah didoakan, ketakutan dan putus asa tak kunjung hilang... puncaknya pada malam hari... saat mengerjakan skripsi... sambil mendengarkan lagu... tiba2... semua kegiatan ku hentikan... Tuhan ingatkan aku untuk mengambil saat teduh bersama-Nya... berdoa... sekali lagi menangis... minta ampun sama Tuhan YEsus.. karna ketakutanku membuat imanku pada-Nya berkurang... q berdoa n minta ketenangan dari-Nya... Dia mulai bekerja. Dia ingatkan supaya aq tetap menjaga huunganku dengan-Nya.. DIA adalah ALLAH yang SANGGUP untuk melakukan segala sesuatu.. DIA SANGGUP... skarang masalahnya ada pad kita.. apakah kita percaya bahwa Dia sanggup melakuakn segala sesuatu??? Tuhan bekerja, ketika kita percayakan hidup kita pada-Nya... Dia tak pernah membiarkan kita sendirian.. Dia membuka jalan tepat pada waktunya... Belajarlah untuk bergantung penuh hanya pada-Nya.. GBU all ^^

Selasa, 21 April 2009

my bro...

ini 2 orang brothers gw... yg pake baju putih..namanya klif.. skarang kul d geomatika UGM semester 2.. diantara kami ber3, dia yg paling tingi... 180 cm.. keliatan kan???hobinya basket, renang... pintar keyboard n gitar... karakternya sih, lebih banyak sanguinnya... kalo aq sih... keyboard dikit, gitar lebih banyak dikit, vokal banyak bgt..haha... ^^ kalo karakterku lebih banyak melankolis diikuti kolerik ^^ nah, kalo yang pake baju hitam...itu adikq yg paling bungsu..skarang kelas 3 sma.. lagi ujian nie... namanya glen... nie orang plegma abis... cuek bgt... tapi dia gampang sakit... sama sih kayak aq... gampang sakit juga... hobinya dia nyanyi.. kalo d bidang sains.. dia lebih unggul d fisika... hebat juga fisikanya... bentar lagi dia melanjutkan studi d atmajaya jogjakarta.... rencana sih.. tapi udah keterima koq... teknik industri... cerita kami ber3 seru abis... suka sharing lewat telpon... d usia skarang ini sharingnya lebih banyak soal pasangan hidup.. haha ^^ tapi biasanya sharing tentang papa n mama juga sih.. mereka berdua lebih terbuka sama aq dibanding sama papa n mama... mereka adalah orang2 yg luar biasa... Tuhan pake untuk memproses emosiku... thx bro... aq sayang bgt sama mereka... Jauh d mata dekat d hati ^^ God Bless all of u my brothers.. ^^

papa n mama terbaik ^^

ini papa n mama q... mereka barusan ultah pernikahan lho... tggl 17 april kemarin... papa n mamaku adalah orang2 hebat... ketegasan dan kelembutan berpadu untuk memberikan keteladanan hidup yang luar biasa untuk aq n adik2q... keren kan ^^
biasaya tiap senin pagi, di rumah q ada mesbah keluarga... doa pagi bersama...sebelum memulai kegiatan d minggu yang baru...
papa n mama sangat memperhatikan pertumbuhan rohani n karakter kami anak2 yg bandel ^^
bersyukur bisa punya papa n mama yg luar biasa seperti mereka... thx GOd.. I Love U so much ^^... love u to my mom n dad... ^^

skripsi...skripsi...

dah 2 minggu, aq g bimbingan...kenapa??? minggu pertama aq harus k jogja karna adikq habis kecelakaan... balik adri jogja, flu berat.. parah g sih.... :( ayo esty...semangat !!!!! bentar lagi kumpul buku... besok harus bimbingan...programmnya dikerjakan... harus wisuda bulan agustus... semangat !!!!!!!!

Rabu, 04 Maret 2009

Diambil dari sebuah kisah nyata di Amerika Serikat, dan sebuah kisah nyata dalam kehidupan kita.

Love suffers long and is kind; love does not envy; love does not parade itself, is not puffed up; does not behave rudely, does not seek its own, is not provoked, thinks no evil; does not rejoice in iniquity, but rejoices in the truth; bears all things, believes all things, hopes all things, endures all things.. 1 Corinthians 13:4-7 (NKJV)

Adalah seorang muda yang taat berdoa yang masih berpacaran dengan seorang gadis muda juga yang baik hati. Kedua orang ini adalah dua konglomerat kaya. Sebelumnya merekapun selalu berdoa, “Tuhan berikanlah aku pasangan yang menurut Engkau terbaik...” Setelah mereka menikah, keadaan berubah. Maksudnya, doanya berubah menjadi, “Tuhan, berikanlah kami anak yang terbaik buat kami.” Tetapi setelah 7 tahun mereka menikah, mereka tidak mempunyai anak. Setelah mereka berdoa dan berdoa, akhirnya mereka mempunyai anak. Dan keadaan, maksudnya doa mereka berubah lagi, “Tuhan, biarlah anak ini menjadi anak yang terbaik bagi kami.”Dan benar, setelah 9 bulan istrinya mengandung, lalu lahirlah seorang anak bagi mereka. “Anak laki-laki, pak,” kata dokternya. Sang ayah langsung melonjak kegirangan. Tetapi setelah 3 hari, sang dokter memanggil si ayah ke rumah sakit. Lalu si dokter berkata, ”Pak, dengan berat hati saya harus menyampaikan kabar buruk kepada anda.”

Si ayah membalas, “Kabar apapun, saya siap menerimanya, pak dokter. Saya siap menghadapi yang terburuk””Dan hal yang buruk itu adalah, bahwa putra anda tidak akan bertumbuh dengan normal seperti anak-anak yang lain,” jelas si dokter. ”Apa maksud bapak?” si ayah bertanya. Dokter melanjutkan, ”Putra anda menderita sesuatu kecacatan yang tidak dapat disembuhkan. Yaitu cacat mental yang serius.” Sang ayah lalu menitikan air mata dan berkata sambil berdoa, “Tuhan, apapun yang Engkau berikan kepadaku, aku tahu semuanya baik dan Engkau tidak pernah mencelakakan anak-anakMu.”

But above all these things put on love, which is the bond of perfection. Colossians 3:14 (NKJV)

Sejak itu, kedua orang tua itu membeli ranjang bayi khusus anak mereka dan ditaruh di samping ranjang mereka berdua.Mereka selalu kesulitan untuk mengurus anak mereka tersebut, tetapi mereka menanggung semuanya itu. Beranjak keluar dari umur batita, mereka membuatkan kamar khusus untuk anak mereka tersebut. Anak itu menjadi anak yang sangat istimewa dan menjadi anak mereka satu-satunya. Mereka memberikannya segala yang dia mau dan dia perlukan. Mainan macam-macam, komputer, boneka, dan lain-lain. Dan jika si ayah selesai pulang kerja, ia selalu mengajak si anak bermain. Dengan mainan yang ada atau jika ayahnya membawa mainan yang baru untuk anaknya.

Setiap ayahnya pergi keluar misalkan untuk berpesta dengan rekan kerjanya atau teman-temannya yang sedang berbahagia, ia selalu membawa serta istri dan anaknya. Dan di depan rekan-rekan kerjanya atau teman-temannya, ia selalu membanggakan anaknya. 'Woi anak gw nih… ganteng kan ?' Selalu ia mengatakan demikian, karena ia tahu, anaknya ini adalah anugerah Allah yang terbesar dalam dirinya.. Dan ia sangat mengasihi anak ini, karena ini anaknya. Meskipun dia cacat.

Tetapi setelah anak itu bertumbuh makin dewasa, kecacatannya semakin kelihatan. Kemampuan komunikasinya kurang, jika terjemur matahari sebentar mulutnya akan keluar busa, dan jika sedang berbicara kadang air liurnya menetes.Tetapi meskipun begitu, kedua orang tua tetap sangat sangat menyayangi anak mereka yang cacat itu.

Suatu hari, pagi-pagi sekali anak cacat ini sudah bangun, sekitar pukul 4.30. Dalam pikirannya, 'Hari ini, aku pengen buat sarapan yang speeeeeesial buat papa.'Setelah doa pagi, ia pergi menuju dapur. Ia mengambil potong roti, lalu menaruhnya dalam oven, dan menyetel waktunya sampai 10 menit. Tentu saja hasilnya gosong. Setelah bunyi 'ting', maka anak cacat itu menaruhnya di atas sebuah piring. Lalu ia mengoleskan selai kacang keju yang (amat) sangat banyak, sambil berpikir, 'Harus kasih yang baaaaanyak buat papa, biar ueeeeenak rasanya'. Setelah itu, ia berlari ke kulkas, karena ayam sudah mulai berkokok, lalu mengambil sebutir telur. Dan lalu memanaskan panci di atas kompor, lalu memecahkan telur tersebut dan menuangkan isinya ke dalam panci tersebut, dan langsung menaruhnya di atas piring yang lain, sambil berpikir,'Kalo aku buatnya cepet, pasti papa seneng, karena gak perlu nunggu lama.' Dan lalu ia bergegas mengambil cangkir, dan mengambil toples kopi bubuk. Jika kita hanya membutuhkan 2 sendok teh, anak cacat ini memakai 5 sendok teh kopi bubuk, sambil berpikir, 'Kalau 2 sendok teh saja sudah harum, apalagi 5, pasti papa suka.' Jadilah kopi yang terasa seperti kopi tua itu. Lalu si anak cacat ini mengambil nampan, lalu dengan hati-hati tanpa menimbulkan bunyi macam-macam, menaruh semua piring yang di atasnya ada roti gosong dan telur mentah dan cangkir kopi tua tersebut, dan menuju kamar ayahnya. Lalu ia membangunkan ayahnya, dan lalu berkata begini, 'Papa, bangun dong, aku udah buat sarapan yang spesiaaaaaaaal buat papa.'Lalu ayahnya bangun dan melihat dan menghirup aroma 'sedap' dari roti gosong, telur mentah dan kopi tua tersebut. 'Wah pasti enak nih.' Sebelum si ayah melipat tangannya untuk berdoa, si anak berkata, 'Pa, kali ini aku doain makanan ini buat papa ya, ' kan biasanya papa yang doain. OK ya papa?'Sebelum ayahnya sempat mengangguk, si anak cacat ini sudah melanjutkan,

'Papa ikutin ya: Tuhan Yesus, terima kasih, atas makanan ini, yang telah Tuhan sediakan. Terima kasih Tuhan, amin.' Lalu ayahnya mecoba roti gosong tersebut, dan setelah ayahnya mengunyah gigitan pertama, si anak cacat dengan polosnya bertanya, 'Enak kan pa?' 'Iya, enaaaak sekali,' lalu melanjutkan makan. Setelah roti tersebut habis, ia memakan telur mentah tersebut. Dan si anak bertanya, 'Telurnya enak kan pa? Aku yang masak semuanya loooo….' Si ayah berkata, 'Wah kamu yang masak? Enak sekali nak.'Lalu si ayah melanjutkan memakan telur mentah tersebut. Setelah semua makanan habis, ia mecoba kopi tua itu. Si anak bertanya lagi, 'Harum dan enak kan pa?' Si ayah tanpa expresi mual apapun, membalasnya, 'Pahit, tapi papa suka sekali.' Dan dengan lugunya si anak menjawab, 'Ya iya dong papa, kopi kan pahit…,' karena ia mengira ayahnya sedang bercanda.

Setelah semuanya habis, si ayah membelai kepala anaknya dan berkata 'Ray, kamu tau nggak…' 'Nggak paa,' potong si anak cacat tersebut. Lalu si ayah melanjutkan, 'Kalau semua masakan kamu, enaaaaak sekali.' Lalu si anak menjawab, 'Iya dong pa, kan aku yang masakin, spesiaaaaaal buat papa.' Lalu si ayah berkata lagi, 'Kamu tahu nggak kenapa papa senang hari ini?' Si anak sambil menggelengkan kepala, 'Nggak tau pa….' 'Karena hari ini kamu dah buat sarapan yang, spesiaaaaal buat papa.' Lalu si ayah melanjutkan,'Ray, kamu tahu gak kenapa papa sayaaaaaaang sekali sama kamu?' Lalu dengan lugunya anak cacat ini menjawab, 'Nggak tahu pa…..''Karena kamu anak papa yang udah bikin papa, seneeeeeeeeeeeng banget.''Raymond juga, sayaaaaaaaaaang banget sama papa.'

Lalu sambil menitikan air mata, ia memeluk anaknya yang cacat itu, dan berkata kepada anaknya,'Terima kasih ya nak, karena telah memasakan sarapan roti, telur, dan kopi ini buat papa. Semuanya terasa, enaaaaak sekali.' Lalu si anak menjawab, 'Sama-sama papaah….' Dan si ayah lalu berdoa dalam hatinya, 'Tuhan terima kasih, karena Engkau sudah memberikan anak yang sangat sayang padaku…'

Anda tahu, siapakah anak cacat dan ayah tersebut? Kamulah, yang sedang membaca adalah anak yang cacat tersebut.. Seperti anak cacat itu memberikan kepada ayahnya, roti gosong, telur mentah dan kopi tua, juga kita, memberikan apa yang tidak sempurna dari kita untuk Tuhan.Roti gosong, telur mentah dan kopi tua, yang merupakan apa yang tidak sempurna dari kita misalnya, pujian, dan kehidupan kita, Tuhan terima semuanya dengan senang hati, karena Tuhan tahu, bahwa kita melakukannya dengan segenap hati kita yang tertuju pada Bapa di sorga, dan kita ingin melakukan yang terbaik untuk Bapa kita di sorga.

NB: Memang sulit melihat kenyataan bahwa kitalah anak cacat tersebut. Mengasihi dan menerima seorang anak yang cacat, yaitu seorang anak yang menurut nalar tidak memiliki masa depan dan tidak dapat diharapkan pastilah benar-benar memerlukan suatu “kasih tidak bersyarat” yang merupakan suatu pergumulan besar dalam hidup manusia.

Ingat ini: Bapamu di sorga menyayangimu, apa adamu, apa yang ada padamu, apapun yang engkau berikan dengan segenap hatimu, merupakan sebuah persembahan yang harum. Karena Bapamu mengasihi kamu, sampai-sampai Ia sendiri mengirimkan Anak-Nya untuk turun ke dunia, untuk menebuskan dan mematahkan segala kutuk atas diri kita, dan untuk membayar lunas segala hutang dosa kita dan menebus dosa kita dari maut..

Ingat : Bapamu di sorga mengasihimu.

You are all fair, my love, and there is no spot in you. Song of Solomon 4:7 (NKJV)

TERIMA KASIH TUHAN

email dari temanku.....
TERIMA KASIH TUHAN
Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, " Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima".Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.
Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini kemuliaan dan berkat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya". Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun. "Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu."Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku. "Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. " Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih". "Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?", tanyaku. "Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata, "Terima kasih, Tuhan' ".
"Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri", tanyaku. Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.
"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia. "Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.
Juga.... "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ... engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orangdi dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.
"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".
"Jika engkau dapat menghadiri Gereja atau pertemuan religius tanpa ada ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan, atau kematian... maka engkau lebih diberkati daripada 3 milyar orang di dunia."
Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan ... maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.
Jika engkau masih bisa mencintai ...maka engkau termasuk orang yang besar, Karena cinta adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun
"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum,maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.
SUDAHKAH HARI INI KITA BERTERIMAKASIH PADA TUHAN ????