Rabu, 01 Juni 2011

Kemakmuran dalam Kristus

Prosperity Theology atau Teologia Kemakmuran banyak mewarnai pengajaran Kristen hari2 ini. Firman Tuhan banyak menyoroti masalah kekayaan, kelimpahan dalam hal keuangan, dan hal-hal lahiriah lainnya. Tanpa disadari banyak orang menjadi giat beribadah, banyak berdoa dan mendalami Firman Tuhan untuk mencari terobosan dalam masalah keuangan yang sedang dihadapinya. Firman Tuhan diperkatakan ibarat mantra untuk mendatangakn berkat jasmani. Salahkah bila kita ingin menajdi kaya? Tidak bolehkah kita menginginkan kehidupan berkelimpahan? Tidakkah Tuhan ingin saya diberkati dan menjadi berkat? Pertanyaan2 semacam ini kemudian muncul. Ya, memang tidak salah menjadi orang kaya dan hidup berkelimpahan agar kita bisa memberkati sekitar kita. Yang harus kita waspadai dari pengajaran ini adalah bergesernya fokus kita dari Tuhan kepada hal2 jasmani. Ketika kita tidak lagi terarah kepada "bagaimana cara agar hidup saya menyenangkan hati Tuhan" melainkan kepada "bagaimana agar saya bisa sukses dan berkelimpahan", maka iman kita telah menyimpang dari kebenaran Firman Tuhan. Tujuan hidup setiap manusia ialah memuliakan Sang Pencipta dengan hidup seturut kehendakNya. Tidak salah bila kita menjadi orang yang rajin dan bersemangat meraih kesuksesan di dunia ini. Tetapi jangan biarkan hal itu menjadi fokus dan tujuan utama hidup kita. Belajar dari Ayub, baik dalam kelimpahan maupun dalam kekurangan, ia memuliakan Tuhan. Kuallitas iman Ayub terbukti tak hanya di masa semua serba ada, tetapi juga di saat semua serba tidak ada. Bagaimana dengan kita??? ----Inspired by : 1 Tim 6 : 2b - 10-------

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar